Keterampilan Kepramukaan Siaga Penggalang Penegak Pandega

Keterampilan Kepramukaan Siaga Penggalang Penegak Pandega - Keterampilan Kepramukaan merupakan keterampilan yang didapat seseorang pramuka dari kegiatan kepramukaan yang diikutinya : keterampilan kepramukaan selalu siap untuk dimanfaatkan sewaktu - waktu dalam menghadapi tantangan.
Pemilikkan keterampilan kepramukaan pada seseorang pramuka banyak sedikitnya tergantung pada :
  • golongan usia pramuka (S,G,T,D)
  • berapa usang pramuka tersebut mengikuti kegiatan kepramukaan 
  • bagaimana kualitas pembinanya 
Keterampilan Kepramukaan - Materi Pokok
1.    Keterampilan kepramukaan merupakan kebutuhan untuk dimiliki peserta didik/kaum muda/pramuka, alasannya yaitu masyarakat mempunyai aumsi bahwa seseorang pramuka niscaya mempunyai keterampilan kepramukaan yang sanggup dipakai sebagai modal pramuka dalam kehidupanya sehari - hari di masyarakat.

2.    Untuk sanggup memenuhi kebutuhan tersebut diatas, Pembina Pramuka dituntut biar mempunyai seperangkat keterampilan kepramukaan.  Keterampilan kepramukaan oleh Pembina Pramuka sanggup difungsikan sebagai media pendidikan/pembinaan budpekerti peserta didik.

3.    Keterampilan kepramukaan sanggup dikelompokkan sebagai berikut :
  • Keterampilan Spiritual
  • Keterampilan Emosional
  • Keterampilan Manajerial
  • Keterampilan Pisik
  • Keterampilan Mengenal Alam
  • Keterampilan Sosial

4.    Keterampilan Spiritual
Keterampilan Spiritual ialah keterampilan sikap dan sikap seseorang pramuka yang dalam keseharian mencerminkan perwujudan :
  • pengamalan kaidah - kaidah agama yang dianutnya.
  • pengalaman Prinsip Dasar Kepramukaan
  • pengamalan Kode Kehormatan Pramuka
  • pengamalan Pancasila


5.    Keterampilan Emosional
Keterampilan Emosional ialah keterampilan menata emosi, sehingga yang bersangkutan antara lain menjadi pramuka yang :
  • cermat dalam menghadapi masalah
  • bijak dalam mengambil keputusan
  • sabar
  • tidak tergesa - gesa dalam memilih sikap
  • menghormati lawan bicara 
  • sopan
  • santun dalam berbicara
  • hormat kepada orang tua

6    Keterampilan Manajerial

Keterampilan Manajerial ialah keterampilan merencanakan dan mengelola kegiatan sehingga mencapai kesuksesan.  Pramuka yang mempunyai keterampilan manajerial, diantaranya mempunyai keterampilan :
  • kepemimpinan
  • perencanaan, pemrograman dan pelaksanaan kegiatan
  • administrasi
  • hubungan antar insani (relationship)
  • penyusunan pelaporan

7.    Keterampilan Pisik
    Keterampilan Pisik ialah keterampilan yang secara pisik menjadi kebutuhan peserta didik bekal dalam mengatasi tantangan/rintangan.  Yang tergolong keterampilan pisik, ialah :
a.    Tali - temali
ialah keterampilan dengan memakai dasar tali, dikelompokkan dalam :

*    SIMPUL, ialah ikatan pada tali, diantaranya :
  • simpul ujung tali
    simpul untuk menjaga       agar     tali tidak terurai
  • simpul mati
    simpul untuk menyambung dua tali yang sama besar
  • simpul anyam
    simpul untuk menyambung dua tali yang tidak sama besarnya dalam kondisi kering
  • Simpul anyam berganda
    simpul untuk menyambung dua tali yang tidak sama besarnya dalam kondisi lembap atau kering
  • simpul erat
    untuk memulai suatu ikatan
  • simpul pangkal
    simpul dipakai untuk permulaan ikatan
  • simpul tiang
    simpul untuk mengikat leher hewan biar tidak terjerat dan masih sanggup bergerak bebas.
  • simpul tarik
    simpul dipakai untuk menuruni tebing/pohon dan tidak akan kembali
  • simpul kursi
    gunanya untuk mengangkat dan menurunkan orang atau barang.
  • simpul kembar
    simpul untuk menyambung dua tali yang sama besar dan dalam kondisi licin atau basah.
  • simpul jangkar
    digunakan untuk menciptakan tandu darurat

*    IKATAN - Keterampilan dalam Kepramukaan
  • ikatan palang
    ikatan untuk membentuk palang yang bersudut 90 derajat
  • ikatan silang
    ikatan untuk membentuk tongkat bersilangan dan talinya membentuk diagonal

b.    Memahami peta, kompas dan cara menggunakannya
  • membaca peta topografi
  • membuat peta pita
  • membuat panorama sket
  • memahami kompas dan cara penggunaannya

c.    Isyarat dan Sandi
  • membaca dan mengirim arahan dengan semaphore
  • membaca dan mengirim arahan dengan morse, dengan memakai : peluit, bendera, senter, pesawat telegraph
  • memecahkan/membaca macam-macam sandi, kita harus menemukan dan memahami terlebih dahulu apa yang menjadi kunci sandi yang ada.

d.    Menafsir
  • menafsir tinggi pohon/tiang
  • menafsir lebar sungai
  • menafsir berat, dll

8.    Keterampilan Mengenal Alam
a.    Kabut
  • kabut tipis dan merata membuktikan cuaca baik
  • terang benderang di pagi hari membuktikan buruk
  • kabut di gunung-gunung membuktikan akan turun hujan
  • udara sejuk dan berembun di pagi hari membuktikan akan turun hujan di siang hari.


b.    Matahari
  • matahari terbit berwarna kemerah-merahan dan diliputi garis-garis awan hitam membuktikan akan ada hujan
  • matahari terbit berwarna kemerahan yang terperinci membuktikan cuaca baik
  • matahari terbit kemerahan dan dicampuri garis-garis awan kekuning-kuningan membuktikan akan hujan lebat
  • matahari terbenam dengan warna kekuning-kuningan membuktikan akan ada hujan
  • warna merah pada dikala matahari terbenam membuktikan akan terjadi angin yang cukup kencang

c.    Binatang
  • semut, akan tetap berada dalam liangnya bila cuaca akan buruk, tetapi akan keluar dari liangnya dan berjalan mondar-mandir bila cuaca akan tetap baik
  • ayam, akan tetap berjalan-jalan dan membiarkan dirinya kehujanan menandakan bahwa hujan tidak akan berlangsung lama; tetapi kalau ayam tersebut berteduh dikala hujan turun membuktikan bahwa hujan akan berlangsung lama
  • lalat, akan tetap hinggap di tembok apabila akan turun hujan; apabila beterbangan kian kemari membuktikan cuaca cerah.
  • cacing, pada malam hari menimbun tanah berbutir-butir di kebun membuktikan akan tiba hujan, dan bila cacing keluar dari liangnya menandakan hujan akan turun lama.
  • tanda-tanda lain bila cuaca akan jelek :
    • kucing, duduk dengan membelakangi api sambil mengusap-usap kepalanya dengan kaki depannya yang dibasahi dengan mulutnya.
    • burung-burung, membasahi bulunya dengan paruhnya
    • burung-burung bahari beterbangan menuju daratan


9.    Keterampilan Sosial
    Keterampilan sosial ialah keterampilan-keterampilan yang muncul/timbul alasannya yaitu dorongan kepeduliannya terhadap kebutuhan masyarakat, diantaranya terhadap kebutuhan masyarakat, diantaranya :

a.    Keterampilan PPPK (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan)
    diantaranya :
  • keterampilan perihal kesehatan lapangan
  • keterampilan dapur umum
  • keterampilan perihal evakuasi
  • keterampilam Search And Rescue (SAR)
Keterampilan Kepramukaan Siaga Penggalang Penegak Pandega  Keterampilan Kepramukaan Siaga Penggalang Penegak Pandega


b.    Keterampilan perihal kesehatan masyarakat

c.    Keterampilan perihal pengamanan masyarakat
  • keterampilan pengamanan TKP (Tempat Kejadian Perkara)
  • keterampilan pemadam kebakaran
  • keterampilan konservasi tanah dan air
Masyarakat berasumsi  bahwa  setiap Pramuka niscaya mempunyai keterampilan Kepramukaan kiranya perkiraan tersebut masuk nalar juga, oleh alasannya yaitu itu menjadi kewajiban bagi kitalah untuk memperlihatkan bekal keterampilan kepada Pramuka dengan sebanyak-banyaknya yang mencakup : keterampilan spiritual, keterampilan emosional, keterampilan manajerial, keterampilan fisik, keterampilan mengenal alam dan keterampilan sosial.

Daftar Pustaka Keterampilan dalam Kepramukaan
AD & ART Gerakan Pramuka, Kepres RI No. 34 Tahun 1999 dan Kep.Ka Kwarnas No. 107 Tahun 1999. Kwarnas, Jakarta, 1999.

Renstra Gerakan Pramuka Panca Karsa Utama 1999 - 2004, Kep Ka. Kwarnas No. 72 Tahun 1999, Kwarnas, Jakarta, 1999.

Panduan Kegiatan Perkemahan dan Keterampilan Pramuka, Kwarda DKI Jakarta, 1999.
Powell, Lord Baden. Memandu Untuk Pramuka, Kwarnas, Jakarta, 1998.

KETERAMPILAN KEPRAMUKAAN SIAGA

Pembina Siaga yaitu panutan utama dari mana seorang Siaga melihat, meniru, dan mengadopsi nilai-nilai dan keterampilan kepramukaan. Keterampilan Siaga perlu dengan bungkus, dikemas yang menarik dan menggembirakan yaitu bab penting dari keterampilan Siaga.



Materi pokok keterampilan Pembina yang hendaknya disampaikan kepada Siaga  adalah:
  1. Upacara Siaga mencakup (a) Upacara Pembukaan dan Penutupan Latihan. (b) Upacara Pelantikan Siaga. (c) Upacara pindah golongan. (c) Upacara penerimaan anggota baru.
  2. Berbagai Sandi (a) morse peluit, (b) semaphore, (c) sandi angka, (d) sandi Arab, (e) Sandi Jepang.
  3. Kompas dan peta. (a) memilih 8 penjuru mata angin. (b) menciptakan peta topografi desa atau kampung, peta sekolah atau pangkalan gudepnya.
  4. Pionering. (a) aplikasi simpul mati, simpul hidup, simpul pangkal, simpul jangkar, dan simpul tusuk. (b) menciptakan jemuran, tiang lampu, tiang bendera, dan tandu.
  5. Menaksir tahap pengenalan
  6. Berbagai permainan Siaga. (a) Permainan untuk barung. (b) permainan untuk perindukan. (c) permainan besar. 
  7. Mendirikan tenda masih dengan sumbangan Pembina.
  8. Senam dan olahraga untuk Siaga.
  9. Lagu-lagu untuk Siaga.
  10. Perjalanan mengenal lingkungan Siaga, wisata alam
  11. Kepemimpinan Siaga. (a) Pembentukan Pemuka Barung, memilih Sulung. (b) Pembentukan dan rapat-rapat dewan Siaga. 
  12. Jenis-jenis pertemuan Siaga (a) Pesta Siaga, (b) Bazar Siaga.
  13. Bakti Siaga
  14. Pengisian SKU, SKK, dan SPG Siaga.
Jenis-jenis keterampilan Siaga masih sanggup dilengkapi dan dikayakan, yang penting harus diubahsuaikan dengan perkembangan rohani dan jasmani Siaga.

Praktek keterampilan kepramukaan Siaga, merupakan ketrampilan dasar dengan tingkat kerumitan yang rendah. 


KETERAMPILAN KEPRAMUKAAN PENGGALANG

Pembina Penggalang yaitu motivator dan pelopor kegiatan kepramukaan yang harus bersemangat dalam mendidikkan nilai-nilai dan keterampilan kepramukaan.

Materi pokok keterampilan Pembina yang hendaknya disampaikan kepada Penggalang  adalah:
  1. Upacara Penggalang mencakup (a) Upacara Pembukaan dan Penutupan Latihan. (b) Upacara Pelantikan Penggalang. (c) Upacara pndah golongan, (d) Upacara penerimaan anggota baru.
  2. Berbagai Sandi lanjutan (a) morse bendera, morse lampu, morse yang dipadukan dengan senam, sandi rumput (b) semaphore lanjutan (c) sandi ordinat, (d) sandi A.N, (e) Sandi Cina, (g) dll.
  3. Kompas dan peta. (a) memilih titik tuju atau ordinat, pengukuran derajad. (b) menciptakan peta topografi kota, propinsi, negara; dan peta pita. dll
  4. Pionering. (a) aplikasi – kegunaan tiap-tiap simpul. Simpul tambat, simpul palang, simpul Inggris, simpul kursi, simpul anyam. (b) menciptakan menara, sesek, jembatan, dll.
  5. Baris-berbaris.
  6. Menaksir tinggi, menaksir kecepatan arus, sungai, menaksir berat.
  7.  Mempelajari cuaca.
  8. Berbagai permainan Penggalang. (a) Permainan untuk regu. (b) permainan untuk pasukan. (c) permainan besar. 
  9. Mendirikan banyak sekali jenis tenda.
  10. Senam dan olahraga untuk Penggalang.
  11. Lagu-lagu dan tarian untuk Penggalang.
  12. Hiking, climbing, rowing, roaming, rafting, exloring/wisata mengenal alam bagi Penggalang.
  13. Kepemimpinan penggalang. (a) Pembentukan Pemuka Regu, memilih Pratama. (b) Pembentukan dan rapat-rapat dewan Penggalang. (c) Rapat Dewan Kehormatan Penggalang. (d) Gladian pemimpin Regu. (e) Gladian Pemimpin Satuan. 
  14. Jenis-jenis pertemuan Penggalang (a) Lomba Tingkat, (b) Jambore 
  15. Kemah bakti Penggalang
  16. Pengisian SKU, SKK, dan SPG Penggalang.
Praktek kepramukaan penggalang yaitu keterampilan yang paling kaya dan paling variatif di antara keterampilan kepramukaan golongan lainnya.


KETERAMPILAN KEPRAMUKAAN PENEGAK

Keterampilan kepramukaan Penegak harus direncanakan dengan baik, cermat, dan terukur, alasannya yaitu banyak hal-hal yang sanggup menjadikan kecelakaan, atau ancaman bila tidak cermat memperhitungkan banyak sekali kegiatan tersebut. Kecelakaan alasannya yaitu keteledoran atau kesalahan teknis yaitu kesalahan Pembinanya.

Materi pokok keterampilan Pembina yang hendaknya disampaikan kepada Penegak, sanggup disampaikan oleh Penegak sendiri, instruktur, Pembantu Pembina, atau eksklusif oleh Pembinanya  adalah:
  1. Upacara Penegak mencakup (a) Upacara Pembukaan dan Penutupan Latihan. (b) Upacara Pelantikan Penegak. (c) Upacara pndah golongan, (d) Upacara penerimaan anggota baru.
  2. Berbagai Sandi lanjutan yang akan sangat baik bila diimprovisasi menjadi senam, bela diri, atau games mengenai (a) morse, (b) semaphore, banyak sekali sandi lainnya.
  3. Kompas dan peta. (a) memilih titik tuju atau ordinat, pengukuran derajad. (b) menciptakan peta topografi kota, propinsi, negara; dan peta pita. (c) navigasi darat.
  4. Pionering. (a) aplikasi – kegunaan tiap-tiap simpul. Simpul tambat, simpul palang, simpul Inggris, simpul kursi, simpul anyam. (b) menciptakan menara, sesek, jembatan, konstruksi rumah, banyak sekali model, woogle, dan banyak sekali hasta karya dari tali.
  5. Mempraktekkan banyak sekali kegiatan high element dan low element.
  6. Baris-berbaris, dan kolone.
  7. Menaksir tinggi, menaksir kecepatan arus, sungai, menaksir berat.
  8. Mempelajari cuaca.
  9. Berbagai permainan Penegak. (a) Permainan untuk Sangga. (b) permainan untuk Ambalan. (c) permainan besar. 
  10. Mendirikan banyak sekali jenis tenda, dan bivak (tenda alam)
  11. Senam, olahraga dan bela diri untuk Penegak.
  12. Lagu-lagu dan tarian untuk Penegak.
  13. Hiking, climbing, rowing, roaming, rafting, exploring/wisata mengenal alam, jungle survival bagi Penegak.
  14. Teknik diskusi, seminar, loka-karya, dan teknik berdebat.
  15. Kepemimpinan Penegak. (a) Pembentukan Pemuka Sangga, memilih Pradana. (b) Pembentukan Dewan Ambalan dan rapat-rapat. (c) Rapat Dewan Kehormatan Penegak, (d) LPK – Latihan Pengembangan kepemimpinan Penegak/Pndega, & KPDK – Kursus Pengelola Dewan Kerja penegak/Pandega. 
  16. Jenis-jenis pertemuan dan dedikasi Penegak (a) Raimuna, (b) Muspanitera, (c) Perkemahan Wirakarya, (d) Perkemahan Bakti Saka.
  17. Kemah bakti Penegak.
  18. Pengisian SKU, SKK, dan SPG Penegak.
Kegiatan Penegak sungguh pun mereka dibebaskan untuk memilih program kegiatannya sendiri, tetapi tetap di bawah tanggung-jawab Pembina.


KETERAMPILAN KEPRAMUKAAN PANDEGA

Keterampilan kepramukaan Pandega harus direncanakan dengan baik, cermat, dan terukur, dan dilakukan oleh para Pandega itu sendiri, tetapi tetap harus diketahui atau menerima persetujuan Pembina.

Materi pokok keterampilan Pandega meliputi:
  1. Upacara Pandega mencakup (a) Upacara Pembukaan dan Penutupan Latihan. (b) Upacara Pelantikan Pandega (c) Upacara penerimaan anggota baru.
  2. Berbagai Sandi dipelajari oleh Pandega sendiri.
  3. Kompas dan peta. (a) memilih titik tuju atau ordinat, pengukuran derajad, potong kompas (b) menciptakan peta topografi kota, propinsi, negara; dan peta pita. (c) navigasi darat.
  4. Pionering. (a) aplikasi – kegunaan tiap-tiap simpul. Simpul tambat, simpul palang, simpul Inggris, simpul kursi, simpul anyam. (b) menciptakan menara, sesek, jembatan, konstruksi rumah, banyak sekali model, woogle, dan banyak sekali hasta karya dari tali dan materi setempat.
  5. Mempraktekkan banyak sekali kegiatan high element dan low element.
  6. Baris-berbaris, dan kolone.
  7. Menaksir tinggi, menaksir kecepatan arus, sungai, menaksir berat.
  8. Mempelajari cuaca.
  9. Berbagai permainan Pandega. 
  10. Mendirikan banyak sekali jenis tenda, dan bivak (tenda alam)
  11. Senam, olahraga dan bela diri untuk Pandega.
  12. Lagu-lagu dan tarian untuk Pandega.
  13. Hiking, climbing, rowing, roaming, rafting, exploring/wisata mengenal alam, camping, mounteneering, jungle survival bagi Pandega.
  14. Teknik diskusi, seminar, loka-karya, teknik berdebat dan menciptakan usulan kegiatan.
  15. Kepemimpinan Pandega. (a) memilih Pradana. (b) Pembentukan Dewan Racana dan rapat-rapat. (c) Rapat Dewan Kehormatan Racana, (d) LPK – Latihan Pengembangan kepemimpinan Penegak/Pndega, & KPDK – Kursus Pengelola Dewan Kerja Penegak/Pandega. 
  16. Latihan kewirausahaan, dan banyak sekali jenis keterampilan yang diinginkan.
  17. Jenis-jenis pertemuan dan dedikasi Pandega (a) Raimuna, (b) Muspanitera, (c) Perkemahan Wirakarya, (d) Perkemahan Bakti Saka.
  18. Kemah bakti Pandega.
  19. Pengisian SKU, SKK, dan SPG Pandega.

Kegiatan Pandega sungguh pun mereka dibebaskan untuk memilih program kegiatannya sendiri, tetapi tetap di bawah tanggung-jawab Pembina.

Daftar Pustaka Keterampilan Kepramukaan Keterampilan Kepramukaan Siaga Penggalang Penegak Pandega
Baden Powell, (2008), Scouting For Boys, Penerbit Pustaka Tunas Media. Jakarta.

Baden Powell, (2009) Aids to Scout Mastership. Pustaka Tunas Media, Jakarta. 

Baden Powell, 2005, Rovering to Success. World Scout Bureau, Asia Pacific Region.

Bell. William, 1981, The Official Boy Scout Handbook,Ninth Edition. Boy Scout of America.

Boy Scout of America, 1977, Order of Arrow Handbook, USA.

Graydon. Don & Hanson. Kurt, 1997, Mountaineering, Sixth Edition, The Mountaineers, USA.

Scouting an Educational System, The Team System. WSB JENEVA. 

The Scout Association of Australia, 1996, Scout Leaders Handbook, Second Edition, The National Excecutive Committee of The Scout Association of Australia.

World Scout Bureau, (2007), Scouting in Practise, Pustaka Tunas Media, Jakarta.

World Scout Bureau, 2005, World Adult Scout Handbook.
 

0 Response to "Keterampilan Kepramukaan Siaga Penggalang Penegak Pandega"

Post a Comment